Deteksi Dini Risiko Gizi Kurang Pada Anak Balita Dengan Diare Menggunakan Metode Pyms Dan Strongkidz

Vike Dwi Hapsari, Nyimas Heny Purwaty, Titi Sulastri

Abstract


Diare menyebabkan berkurangnya nafsu makan dan gangguan yang mengakibatkan menurunnya absorbsi zat-zat nutrisi dalam tubuh sehinggamenimbulkan gizi kurang. Deteksi dini terhadap risiko gizi kurang salah satunya melakukan skrining gizi. Skrining gizi untuk anak diantara lain Paediatric Yorkhill Malnutrition Score (PYMS) danThe Screening Tool For Risk Of Impaired Nutrition Status and Growth (STRONG KIDZ). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi efektifitas PYMS dan STRONGKIDZ untuk deteksi dini risiko gizi kurang pada anak balita dengan diare. Metode penelitian ini menggunakan uji diagnostik desain cross sectional dan jumlah sampel 40 responden dengan pengambilan sampel teknik purposive sampling. Hasil sensitifitas dan spesifisitas skrining PYMS  sebesar 83,87% dan 88,88% dan hasil Strongkidz sebesar 46,42% dan 50%, dapat disimpulkan nilai PYMS lebih tinggi dibandingkan Strongkidz dengan nilai AUC PYMS sebesar 86% termasuk kategori baik, maka PYMS dapat dijadikan referensi dalam melakukan skrining untuk mendeteksi risiko gizi kurang pada anak balita dengan diare.


Keywords


Diare ; Paediatric Yorkhill Malnutrition Score (PYMS) ; The Screening Tool For Risk Of Impaired Nutrition Status and Growth (STRONGKIDZ) ; gizi kurang

Full Text:

PDF

References


Aulina, Sofia. (2008). Hubungan Diare Kronis Dengan Malnutrisi Pada Balita Yang Dirawat di RSUD Bunder Kabupaten Gresik. Universitas Muhammadiyah Malang.

Dahlan, M. Sopiyudin. (2009). Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Gerasidimis, K. M., Maclean, A., Buchanan, E., Mcgrogan, P., & Swinbank, I. d. (2011). Performace of the novel paedatric yorkhill malnutrition score (PYMS) in hospital practice. Clin Nutr, 30;430-5.n

Gholampour, Z. E. (2015). Assessment of nutrition status based on STRONG kids tool i Iranian Hospitalized Children. International Journal of Child Health and Nutrition, 4, 1.

Gordis, L. (2014). Epidemiology, London, New York: W.B. Saunders Company.

Guerrant, R., Oria, R., Moore, S., & Oria, M. (2008). Lima aam malnutrition as an enteric infectious disease with long term effects on child development. Nutr Rev, 487-505.

Hartman C, Shamir R, Hecht C, Koletzko B. (2012). Malnutrition screening tools for hospitalized children. Curr Opin Nutr Metab Care.15:303-9

Hien, NN. dan Kam, S. (2008). Nutritional Status and the Characteristics Related to Malnutrition in Children Under Five Years og Age in Nghean, Vietna. J Prev Med Public Health. 41 (4): 232-240.

Hulst, J., Zwart, H., Hop, W., & Joosten, K. (2010). Dutch national survey to test the STRONGKIDZ nutritional risk screening tool in hospitalized children . Clin Nutr, 29;106-11.

Iswari, Y. (2011). Analisis faktor-faktor resiko kejadian diare pada anak usia dibawah 2 tahun. Jakarta: RSUD Koja Jakarta.

Joosten, E. (2014). Nutritional screening tools for hospiitalized childdren methodological. Clinical Nutrition.

Kemenkes, R. (2011). Buletin diare subdit pengendalian diare dan infeksi saluran pencernaan. Jakarta: Depkes Ri.

Kemenkes , R. (2013). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Depkes RI.

Kemenkes, R. (2018). Riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Depkes RI.

Lestari, W., A. Margawati, dan M.Z. Rahfiludin. (2014). Faktor Risiko Stunting Pada Anak Umur 6-24 Bulan di Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Provinsi Aceh. Jurnal Gizi Indonesia (ISSN : 1858-4942), 3(1): 37-4.

Murti, B. (2011). Uji validitas dan reliabilitas pengukuran. Surakarta: Institute Of Health Economic And Policy Studies (IHEPS). Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Mustaqiem, I. (2015). Pengaruh diare terhadap malnutrisi pada balita di Puskesmas Batoh. 10.14238/sp18.1.2016.50-54.

Neelemaat F, Meijers J, Kruizenga H, van Ballegooijen H,

Schueren M (2011).Comparison of Five Malnutrition Screening Tools in One Hospital Inpatient Sample. Journal of Clinical Nursing.20(15-16): 2144-2152

Palupi, A. (2009). Status Gizi dan Hubungannya dengan Kejadian Diare Pada Anak Diare Akut di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol. 6.No. 1 bulan Juli. Yogyakarta.

Primayani D. (2009). Status Gizi pada Pasien Diare Akut di Ruang Rawat Inap Anak RSUD SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Sari Pediatri.

Ridha, H., & Nabiel. (2014). Buku ajar keperawatan anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subal, Das (2012). Nutritional Profile of Preschool Children: A Review. India : The Anthropologist 14 (5), 467-472

Suharyono. (2007). Diare akut : Klinik dan laboratorik. Jakarta: Rineka Cipta.

WHO. (2013). Diarrhea disease. USA.

Wonoputri N, Djais JTB, Rosalina I. (2014). Validity of nutritional screening tools for hospitalized children. J Nutr Metab.;15:1-6




DOI: https://doi.org/10.35952/jik.v9i1.168

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmiah Kesehatan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Published by : STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung

JL. KH. Ghalib No. 112 Pringsewu Lampung Telp: (0729) 22537

Email : lp3m@stikesmuh-pringsewu.ac.id